Jumat, 06 Desember 2013 - 13:29:24 WIB
Satu Lagi BPR Di Sumbar Dilikuidasi Bank Indonesia
Diposting oleh : Ridho
Kategori: Perbankan - Dibaca: 300 kali

PADANG - Bank Indonesia kembali melikuidasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Sumatera Barat. Kali ini BPR yang harus gulung tikar yakni BPR Cahaya Nagari Sawahlunto yang berada di Jalan Ahmad Yani nomor 221 Sawahlunto.

Surat Keputusan resmi di likuidasinya BPR Cahaya Nagari Sawahlunto tertuang dalam SK Gubernur Bank Indonesia nomor 15/122/KEP.GBI/2013 tanggal 6 Desember 2013 tentang pencabutan izin usaha PT BPR Cahaya Nagari.

Artinya selama tahun 2013, Bank Indonesia telah melikuidasi sebanyak tiga BPR di wilayah Sumatera Barat. Sebelumnya BI juga telah melikuidasi BPR Berok Gunung Pangilun Padang, dan BPR Mitra Dana Agung.

"Benar Bank Indonesia telah melikuidasi BPR Cahaya Nagari Sawahlunto,karena BPR tersebut telah melanggar ketentuan kehati-hatian yang ditetapkan oleh BI,"Ujar Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Padang Mahdi Mahmudy kepada Wartawan Jumat (6/12).

Dikatakan Mahdi, BPR Cahaya Nagari dilikuidasi karena Non Performing Loan (NPL) bank tersebut sangat tinggi akibat dari pemberian kredit kepada nasabah tidak menerapkan prinsip kehati-hatian. Akibatnya modal bank menjadi tergerus. Selain itu juga Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum dibawah 4 persen, serta BPR kesulitan untuk memenuhi kewajiban dana pihak ketiga.

Pihak BI sendiri sudah melakukan pembinaan dan perbaikan terhadap bank tersebut sejak 20 Mei 2013. Namun sampai batas waktu yang telah diitetapkan 15 November 2013 lalu tidak menunjukkan perkembangan signifikan dalam upaya mengangkat kembali CAR bank, akibatnya bank dimaksud tidak bisa lagi diselamatkan.

Direktur Eksekutif  Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Klaim dan Rekapitulasi Bank Salusra Satria mengungkapkan, LPS akan melakukan rekonsiliasi dan verifikasi data simpanan nasabah di BPR Cahaya Nagari, guna melakukan pembayaran klaim penjaminan simpanan nasabah.

Pihaknya menjamin pencairan dana klaim nasabah tidak akan memakan waktu lama, sepanjang nasabah mematuhi aturan dari LPS. Selain itu juga LPS juga akan mengambil tindakan dengan membubarkan badan hukum bank, membentuk tim likuidasi, menetapkan status bank sebagai "bank dalam likuidasi", serta menonaktifkan seluruh direksi dan komisaris bank.

Baik Bank Indonesia dan LPS menghimbau kepada nasabah untuk tetap tenang dan membantu melakukan verifikasi. Nasabah juga diminta memenuhi dan mematuhi ketentuan berlaku, sehingga PT BPR Cahaya Nagari tidak terulang dimasa akan datang.(Ridho Syarlinto)


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)